Mobil Irit BBM ITS Siap Balapan di London

No comment 154 views

111adfaedc46-90d4-4067-85d7-a6674adea12c_43

Surabaya -Setelah menjuarai di Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2016 di Manila, mobil Sapuangin ITS Surabaya akan balapan melawan para jawara dari Asia, Eropa dan Amerika di ajang Shell Eco-marathon Drivers World Championship (DWC) 2016, di London.

Mobil 'Sapuangin 10' karya dari mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang tergabung dalam Tim 2, akan bertanding di DWC London pada 30 Juni-3 Juli 2016.

"Ini event yang pertama kalinya dari Shell Eco Maraton adu driver, adu kecepatan dan hemat bbm," ujar Team 2 Manager Sapuangin ITS Rizkiardi Wilis Prakoso saat jumpa pers bersama Rektor ITS  Joni Hermana dan GM External Relations PT Shell Indonesia Haviez Gautama di kampus Teknik Mesin ITS, Sukolilo, Surabaya, Senin (9/5/2016).

Mobil Sapuangin 10 dari Tim ITS Team 2 yang diawaki 20 mahasiswa dan mahasiswi ini meraih gelar juara pertama untuk kategori UrbanConcept (mobil berkonsep city car, hemat energi), berbahan bakar solar (diesel) dengan catatan jarak tempuh 250 km/liter solar.

Atas prestasi ini, Sapuangin 10 ini mendapatkan undangan untuk tampil balapan di ajang DWC di Queen Olympic Park, London, beradu cepat dengan 24 tim dari para jawara tingkat Eropa dan Amerika di sirkuit sepanjang 2,2 kilometer.

Rizki menerangkan, meski Sapuangin 10 menjuarai tingkat Asia, pihaknya menilai masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi seperti perbaikan di sistem pengereman, perubahan gigi transmisi hingga perbaikan untuk memperlancar teknik inspeksi.

Sebelum berangkat ke London, tim akan terus mencoba Sapuangin di beberapa titik seperti di sirkuit Kenjeran, Jalan Dharmahusada Indah hingga di sekitar kampus ITS. "Memang sulit untuk mencari lokasi yang hampir sama dengan sirkuit di London. Tapi kami tetap berupaya maksimal, agar Sapuangin 10 ini bisa menjuarai di event yang pertama kali ini," terangnya.

Selain persiapan teknis, juga persiapan bagi driver yang akan beradu kecepatan di DWC. Satria Bayu, driver Sapuangin 10 ini mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya dan dosen pembimbingnya akan terus berlatih. "Latihannya ketika running, mengetes mobil,' ujar Satria.

Dirinya akan berusaha mengantisipasi kendala cuaca di London pada saat balapang nanti. "Kalau nasibnya bagus, ya enak," terangnya.

Sapuangin 10 ini memiliki kecepatan maksimal 60 km/jam. Untuk menekan konsumsi bahan bakar, dirinya akan berusaha mengatur kecepatan mobil. "Kalau ingin irit, batas maksimalnya 40 km/jam," jelasnya.

Rektor ITS Joni Hermana mengaku bangga dengan prestasi mahasiswanya. ITS mengapresiasi hasil karyawa mahasiswa dengan memberikan beasiswa kuliah S-2 di ITS. "Kita akan berikan beasiswa kuliah S-2 gratis di ITS," kata Joni.

Sedangkan GM External Relations PT Shell Indonesia Haviez Gautama ikut bangga dengan prestasi yang diraih tim ITS tema 2 di ajang SEM Asia pada Maret lalu. Pihaknya mencatat, sejak mengikuti SEM Asia pertama kali di 2010 hingga sekarang ini, tim-tim dari ITS senantiasa meraih prestasi yang membanggakan Indonesia.

"Undangan mengikuti Shell Eco-marathon DWC ini semakin mengkukuhkan posisi ITS sebagai institusi yang berhasil menciptakan tim mahasiswa yang kreatif dalam mendesain mobil masa depan yang hemat energi. Kami harapkan prestasi ini bisa diteruskan tim ITS team 2 di London dengan torehan prestasi yang terbaik," kata Haviez sambil menambahkan, ada 7 mahasiswa dan 1 dosen yang berangkat ke London. Semua akomodasi dan transportasi ditanggung oleh Shell Indonesia.

24 tim yang akan bertanding di DWC London 2016 terlebih dahulu mengikuti babak kualifikasi Shell Eco-marathon DWC. Di ajang kompetisi ini, panitia memberi syarat setiap mobil yang akan mengikuti kualifikasi harus memenuhi ketentuan, mobil dapat melakukan pengereman dalam jarak maksimal 20 meter ketika dipacu dengan kecepatan 50 km/jam.

Ajang balap DWC ini akan terbagi dalam tiga pertandingan (heats) yang masing-masing terdiri dari delapan peserta. Bagi peringkat pertama dan kedua yang mencapai garis finish tercepat, akan maju ke final.

Detik.Com

Tags:
author
No Response

Leave a reply "Mobil Irit BBM ITS Siap Balapan di London"