Cerita Melly Bersama Pengungsi Palestina

 

 

 

JAKARTA(KRC.COM) Beberapa waktu yang lalu musisi Melly Goeslaw melakukan aksi kemanusiaan untuk pengungsi Palestina. Ia berbagi cerita kondisi para pengungsi yang ada di Provinsi Kilis, satu wilayah di bagian Selatan Turki yang berbatasan dengan Siria. Banyak pengalaman berharga dibagi oleh Melly atas kepergiannya tersebut.

"Habis itu kami mau ke Kilis lewat Konya dulu, dari situ karena pesawatnya malam dari Konya ke Ankara mesti pakai kereta, kami mampir dulu ke masjidnya Jalaluddin Rumi. Itu terus kami pakai kereta ke Ankara, dari Ankara naim pesawat ke Kilis. Di Kilis itu yang lumayan mencekam ya karena masuknya juga dijaga sama banyak tentara terus hampir nggak bisa masuk kami ke sana karena memang nggak banyak yang bisa masuk ke sana," ujar Melly Goeslaw di kawasan Bintaro, Tanggerang, Minggu (24/12).

"Tapi kami bekerja sama sama LSM yang ada di Turki namanya Hayat Yolu (cek lagi), itu LSM terbesar yang menampung LSM-LSM di seluruh dunia yang mau mendonasikan dana untuk penampungan Palestina. Kami didampingi, akhirnya syukur alhamdulillah ketika Bang Opick yang datang ke kantor itu, tadinya ada dua orang yang turun nggak dapat izin lah, dipersulit. Bang Opick turun akhirnya alhamdulillah salah satu di kantor itu tahu kalau Bang Opick ini adalah penyanyi religi dari Indonesia. Akhirnya kami diperbolehkan ke penampungan di Kilis," ujarnya.

Dalam penampungan, Melly mendapati banyak hal menyentuh dari para pengungsi. Banyak orang yang awalnya tidak saling mengenal, harus tinggal di lokasi yang sama demi menghindari peperangan.Melly Goeslaw ceritakan kondisi pengungsi Palestina yang ada di area seltan Turki. "Ada dua penampungan, yang satu di camp. Camp-camp buatan sana sih bagus ya, kayak rumah panggung tapi dari besi apa aluminium gitu. Bagus lah. Bukan camp yang kayak Pramuka itu. Itu satu camp diisi oleh enam orang, empat dewasa dua anak. Empat dewasa ini juga bukan keluarga. Mereka nggak saling kenal tadinya. Anak-anaknya juga bukan anaknya, ada yang kebawa sama terangganya," ungkapnya.

Menurut Melly warga Palestina yang mengungsi di sana kebanyakan adalah janda dari para syahid yang berhasil melarikan diri. Setidaknya ada sekitar 120 ribu orang yang berhasil melarikan diri lewat laut. Para pengungsi tersebar ke barbagai tempat, dan ada yang harus menghadapi ekstremnya cuaca di musim dingin."Anak-anaknya juga nggak tahu orang tuanya siapa kan ada yang kebawa sama tetangganya, ibunya nggak tahu dimana, kalau ayahnya rata-rata nggak bisa melarikan diri karena perang itu. Setelah dari camp itu kita berapa kilo lagi ke kayak kompleks gitu ya. Itu seperti ruko-ruko tetapi nggak berfungsi, nggak ada pintu-pintu, kita dipinjami sama pemerintah Turki untuk dipakai sama orang Palestina. Nah itu juga ngenes ya karena nggak ada pintu. Kita saja nginep di hotel itu berpintu dan sebagainya masih kedinginan banget. Di sana lagi dingin ekstrem, 2 sampai 3 derajat ya mereka harus bertahan hidup seperti itu. Jadi kita waktu ke sana kita kasih alat pemanas untuk kebutuhan musim dingin, sembako sudah pasti terus uang juga, selimut, jaket-jaket sama tempat tidur," tandasnya.(an)

 

 

author
No Response

Leave a reply "Cerita Melly Bersama Pengungsi Palestina"