Kota Malang, antara Industri Digital dan Kampung Kreatif Tematik

66a3362483f-d5a0-4956-aef6-e8b2f125fb76
Malang - Usianya memang bisa dibilang baru. Tetapi hadirnya Malang Creative Fusion (MCF) sangat memiliki andil besar mengenalkan satu sama lain pelaku industri digital di Kota Malang.
MCF menjadi wadah jejaring pelaku maupun komunitas industri kreatif yang selama ini tercerai berai dengan dunianya sendiri.
"Tujuan kami ada adalah bagaimana mengkoneksikan satu komunitas dengan komunitas lain. Sebelumnya, mereka jalan sendiri dengan beragam tantangan dan kesulitan. Kami membuka jalan bagaimana mendapatkan sebuah peluang dan prospek bisnis industri kreatif yang dimiliki," ujar inisiator MCF Vicky Arief berbincang detikcom pekan lalu.
Sebagai forum komunikasi lintas komunitas yang mandiri, Malang Creative Fusion (MCF) terus berupaya menjalin sinergitas dengan empat elemen mulai dari komunitas kreatif, pengusaha, akademisi dan pemerintah. Hal ini dilakukan kaitannya dengan konteks mewujudkan Malang sebagai Kota Kreatif.
Baru diresmikan Febuari 2016 lalu, MCF kini masih memfokuskan kepada pendataan pelaku dan komunitas industri kreatif digital. Sementara, kata Vicky, sudah tercatat sekitar 1600 lebih personal yang memiliki kemampuan pada bidang tersebut. "Kami mulai mendata, teman-teman animasi, perfilman, aplikasi dan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, fashion, kuliner, film, video, musik, fotografi, seni pertunjukan dan kriya, termasuk perlindungan bagi karya kreatif yang diciptakan," sambungnya.

Karena mengambil konsep berjejaring, kata Vicky, MCF akan banyak memanfaatkan fasilitas teknologi dalam berkarya maupun mempromosikan sebuah produk.

"Akan hadir website, aplikasi android, medsos MCF. Dimana sebagai sarana komunikasi bagi kami. Selain itu, mengenalkan produk dari masing-masing personal dan komunitas. Bagi kami ini sangat mempermudah, daripada sebelumnya," ujar pelaku perfilman, video, dan fotografi ini.

Dia meyakini, semangat anak-anak muda yang bergabung akan cepat membawa industri digital di Kota Malang berkembang pesat. Selain wadah, infrastruktur yang tersedia sudah jauh mencukupi. Seperti sudah adanya Digital Innovation Lounge (Di-LO), bertempat di Jalan Basuki Rahmad 7-9, Kota Malang. "Kalau fasilitas sudah cukup bagus, ada DILO (Creative Camp dibuat Telkom) serta tempat difasilitasi Pemkot Malang untuk kami di gedung perpustakaan," aku Vicky.

Diungkapkan, MCF juga tengah mengembangkan ide pembentukan Kampung Kreatif Tematik di Kota Malang, hal ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke Kota Malang.

"Yang utama itu bagaimana caranya menarik wisatawan bisa datang ke Kota Malang, di setiap kampung ini bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif, dan itu idealnya bisa dilakukan di tiap-tiap kampung di Kota Malang. Karena di tiap-tiap kampung punya potensi masing-masing. Mimpi kami membangun perkampungan berbasis digital dengan akses internet memudahkan mengenalkan atau mempromosikan serta memberikan fasilitas bagi industri kreatifnya," ungkap dia.

Sementara target besar MCF sendiri adalah menjadikan Kota Malang sebagai salah satu Kota Kreatif Dunia yang diakui oleh UNESCO. Target ini diharapkan bisa terwujud dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Dalam waktu dekat MCF akan menyusun strategi branding, yang diisi dengan berbagai kegiatan kreatif. Di antaranya membuat beberapa Creative Zone di Kota Malang dengan memanfaatkan ruang-ruang publik yang ada.

"Di Kota Malang, patut kita sadari pembangunannya sangat luar biasa, namun perlu diperhatikan kurang adanya sentuhan kreativitas di sana," terangnya.

Di sisi lain, MCF juga akan tetap menggandeng kreativitas seni budaya yang nantinya terjalin sebuah kolaborasi. Sehingga kehadiran MCF tidak memangkas malah justru bergandengan tangan memajukan industri kreatif Kota Malang.

"Jadi tidak ada jarak, atau imej kami yang yang terdepan karena mengikuti kecanggihan teknologi. Digital adalah sistem, bukan seseorang atau komunitas. Akan lebih bagus, jika ada kolaborasi, seni budaya dengan beragam industri kreatif digital di Kota Malang," tandasnya.

Kota Malang adalah salah satu lintasan Ekspedisi Langit Nusantara yang digelar Telkomsel. Dua drone diterbangkan dari Sabang (Elang Barat) dan Merauke (Elang Timur) pada Kamis, 14 April 2016 lalu. Garuda Wisnu Kencana, Bali, akan menjadi persinggahan terakhir Elang Barat dan Timur pada Sabu, 14 Mei 2016.

Selama program Elang Nusa berlangsung, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www. telkomsel.com/elangnusa.
(fat/try)

Detik.Com
Tags:
author
No Response

Leave a reply "Kota Malang, antara Industri Digital dan Kampung Kreatif Tematik"